« jangan..jangan nonton 300 | Main | pursuit of Happyness: untuk para ayah »

March 21, 2007

saya: ibu yang bodoh dan ceroboh

ini dikutip dari email cur-hat saya ke milis lovingmom...

moms..
maaf pagi2 dah mendengar keluhan saya. pagi tadi, jam 5. Nayaka [5bulan] jatuh dari tempat tidur. beberapa hari terakhir hidungnya mampet karena pilek, jadi adaa aja gaya tidurnya karena dia gak nyaman...
tempat tidur udah dibarikade dengan bantal [oiya, dia tidur sama ayah ibunya]. tapi dia terjatuh. bodonya saya tertidur. cerobohnya, bantal barikade tempat naya terjatuh hanya satu bantal dan itupun yg tipis.

tambah bodoh dan ceroboh kuadrat, intuisi saya sebagai ibu gak jalan pagi itu. biasanya [selama dia pilek] jam 4 pagi saya udah nambah pagar keliling. saya tungguin dia yg sedang merengek karena idungnya mampet. tp pagi ini, saya tertidur..saya membiarkan nayaka..

maaf moms..saya begitu menyesal. waktu denger "blug" suara dia terjatuh bersama bantal tipisnya..saya terbangun. it's like a nitemare. saya gendong dia saya peluk dia saya menangis...menangis sejadi-jadinya. dia pun menangis keras..keras sekali. menjerit tepatnya. saya elus punggungnya, saya periksa kepalanya..saya ciumi dia. saya kompres dengan air. setelah tenang..saya beri nenen..sesekalli terdengar sesegukkan tangisnya diantara isapannya.

moms..
ada yang pernah punya pengalaman seperti saya? being a clumsy and a fool mom?
apa yang harus saya lakukan? bawa ke fisioterapi kah? bertanya ada yang salah dengan tulangnya?
bagaimana dengan kepalanya.?
memang 1 jam setelah jatuh dia tertidur lagi.. setelah itu saya beri trombopop ke seluruh tubuhnya termasuk kepala?
moms..
jangan marah sama saya yah....

salam
ariemega

iya.., ini "hadiah" di ulang tahun ke 28: yaitu: Jangan sembrono, jangan malas, dan jangan panik. thanks to mom retno and mom fenny yang mendukung saya untuk tidak panik dan jangan terus2an menyesali diri sendiri..

eeng..waktu naya jatuh, "blug" suaranya, saya paniknya luar biasa. saya berteriak memanggil Nayaka dan ibu saya. airmata saya berlinang. saya peluk dia..dia menangis kenceng sekali. tapi diantara kepanikan saya, saya coba untuk bersikap logis, yaitu untuk tidak berteriak "AaAAAAA!" kemudian menutup mulut dan terdiam. Tidak. Saya segera menggendong Nayaka. saya tempelkan dadanya ke dada saya. segera saya periksa kepalanya. punggungnya.

yandhrie datang pertama kali, disusul ibu saya. saya memeluk nayaka. memeriksa keadaannya sambil memeluknya. ibu saya mengambil alih Nayaka...memeriksanya. yandhrie membawa air dingin. saya dan ibu saya mengompreskan waslap ke kepalanya. dia tenang sedikit. lalu saya nenenin Nayaka...

setelah tenang..gaya nayaka nenen sambil ngelirk ke sana kemari. dilihatnya ayahnya. Naya melepaskan puting saya, melihat ke yandhrie dan tersenyum...ehm..lebih tepatnya tertawa, seperti yang biasa ia lakukan setiap melihat ayahnya.

Nayaka..maafkan ibumu yah.

Comments

aduh jeng.... itu kecil banget tulisan curhatnya engga kebaca!!! tapi intinya... ya lain kali lebih hati-hati ya.

Duhhh Rie...berasa banget ya..kayanya ngga pantes banget jadi ibu gitu ya...
Tapi jangan kecil hati say...pan kita belajar dari kesalahan...tapi kalo dibikin angket mungkin cuma 1 : 10 yang bayinya ngga pernah jatuh dari tempat tidur..apalagi nanti pas mulai merangkak..solusi yg paling praktis & murah adalah tidur tanpa ranjang....sabarr ya Bu..jangan kecil hati...

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .


My Photo
Powered by Friendster Blogs

Categories

Photo Albums

November 2007

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30