rindu
aku hanya bisa menghela nafas..
melihatmu teronggok berselimutkan debu dan bersulam rumah laba-laba
lilin itu telah membeku, kain itu telah mengeras, minyak itu telah mengering..
aku hanya bisa menghela nafas..
goresan demi goresan berarti tarian jemariku di masa lalu.
mengerak seiring dengan keringnya udara
maaf aku tak bisa bersamamu..
aku hanya bisa menghela nafas..
betapa aku merindumu
menorehkan garis parang rusak di seratmu
menyelesaikan warisan leluhur
buat para pendahuluku: Maaf aku ndak bisa berbuat apa-apa, sewaktu mendengar berita "Motif Parang dipatenkan Malaysia" 7 tahun silam.
sekarang, aku juga tidak menengok rumahmu, padahal aku tahu, semenjak gempa lalu, kondisi rumahmu kian terpuruk...
tidak banyak muda-muda sekarang mengunjungi rumahmu untuk mengetahui ceritamu..
mereka lebih suka ke mol. nonton bal-balan di tivi, atau trek-trekan di sepanjang malioboro.
aku hanya bisa berjanji, kelak nayaka berjalan,akan aku tunjukkan kecintaanku padamu...
[kapan aku bisa membatik lagi. canting-cantingku bengkok semua. lilin itu mengering. kompor itu membeku...aku rindu membatik, menorehkan cintaku pada selembar kain]

Comments