« Malam Jahanam | Main | untuk sang maestro..... »

March 29, 2007

rindu

aku hanya bisa menghela nafas..

melihatmu teronggok berselimutkan debu dan bersulam rumah laba-laba

lilin itu telah membeku, kain itu telah mengeras, minyak itu telah mengering..

aku hanya bisa menghela nafas..

goresan demi goresan berarti tarian jemariku di masa lalu.

mengerak seiring dengan keringnya udara

maaf aku tak bisa bersamamu..

aku hanya bisa menghela nafas..

betapa aku merindumu

menorehkan garis parang rusak di seratmu

menyelesaikan warisan leluhur

buat para pendahuluku: Maaf aku ndak bisa berbuat apa-apa, sewaktu mendengar berita "Motif Parang dipatenkan Malaysia" 7 tahun silam.

sekarang, aku juga tidak menengok rumahmu, padahal aku tahu, semenjak gempa lalu, kondisi rumahmu kian terpuruk...

tidak banyak muda-muda sekarang mengunjungi rumahmu untuk mengetahui ceritamu..

mereka lebih suka ke mol. nonton bal-balan di tivi, atau trek-trekan di sepanjang malioboro.

aku hanya bisa berjanji, kelak nayaka berjalan,akan aku tunjukkan kecintaanku padamu...

[kapan aku bisa membatik lagi. canting-cantingku bengkok semua. lilin itu mengering. kompor itu membeku...aku rindu membatik, menorehkan cintaku pada selembar kain]

Comments

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .


My Photo
Powered by Friendster Blogs

Categories

Photo Albums

November 2007

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30