pursuit of Happyness: untuk para ayah
chris gardner baru tau bahwa kebahagian itu mesti dikejar...
[Two hundred and twenty-five years ago, the signers of the Declaration of Independence declared that "all Men are created equal, that they are endowed by their Creator with certain unalienable Rights, that among these are Life, Liberty, and the Pursuit of Happiness."].
diangkat dari biografi nya si mbah Chris yang jadi best seller, film ini mampu menyentil hati kecil saya. lagi-lagi bung Will memainkan peran chris begitu klop dan menyentuh.
saya dan yandhrie nonton PoH, kemarin senin di PIM 2. gak begitu penuh. penonton lain lebih menonton 300 yang menurut kami amit-amit itu. tadinya yandhrie ogah2an nonton film ini. too drama holywood. tapi selama menonton, matanya tidak berkedip.
kami sama-sama brebes mili waktu Chris uangnya bener2 habis setelah "dirampas" oleh bank central karena menunggak pajak. belum lagi mereka diusir dari hotel. chris gak tau lagi mau kemana...menenteng-nenteng mesin osteo something itu, mereka terdampar di stasiun bawah tanah. uuu..uuu...uuu...kali ini chris sebagai ayah mesti diuji. bagaimana si toddler 5 tahun tetap nyaman bersamanya. mereka berkhayal kalo mesin osteo itu adalah mesin waktu yang membawa mereka ke zaman dinosaurus...
uu..uuu..uuu...mereka "bersembunyi" dari serbuan dinosour, jadi mereka mesti berlindung di "gua". Chris ayah yang luar biasa imajinatif. dipilihnya toilet sebagai gua. di situ, anaknya tertidur, sementara christ menangis. dia mencoba menahan pintu [yg padahal sudah ia kunci] saat seseorang menggedor2 supaya dibuka..
saya memandang Yandhrie, matanya sedang berair. ..
film ini patut ditonton, terutama untuk para ayah...
dan satu lagi..kebahagiaan memang harus dikejar, kalau perlu dengan berlari-berlari sekuat tenaga..
: untuk Nayaka [we will run for your happyness]

Terlepas dari alur PoH yang belum gue tonton gue tertarik menelisik "mengejar kebahagiaan"-nya bu Arie.
Bener juga seh kalow kita musti ikhtiar ("mengejar") mencapai kebahagiaan. Tapi sedianya perlu dipahami dulu hakikat kebahagian hidup, sebab manusia punya batas, tidak semua bisa dikejar.
Kebahagian adalah mindset, sehingga persepsinya bisa berbeda antar manusia, bahkan antara suami, isteri dan anak. Dimensi kebahagian bisa mulai dari yang kasat mata hingga yang metafisika.
Nenurut gue seh... upaya mencapai kebahagian -terutama pada saat di dunia- berujung pada titik "bersyukur". Untuk itu upaya "mengejar" kebahagian, bagai dua sisi mata uang tidak bisa lepas dengan upaya "belajar bersyukur".
Nah tinggal bagaimana kita menentukan ukuran2 kebahagian, sehingga kita tau bener kalo sebenernya kita bahagia.
Dalam persepsi gue, secara ekstrem orang yang tertindas atau didholimi titik terendah kebahagiannya itu terletak ketika ia bisa bersabar. Pada titik itu ukuran kebahagiaan adalah kalo bisa mencapai derajat sabar yang merupakan salah satu pengejewantahan dari konsep "bersyukur".
Sabar itu: tenang, berfikir, ikhtiar, tidak dendam dan berserah pada Tuhan.
Lagi2 dalam soal kebahagian selalu melibatkan Tuhan. Karena kebahagian dan dan kesengsaraan adalah ujian kehidupan.
Dan kalo gak kenal Tuhan maka jangan terlalu berharap memahami hakikat kebahagian, paling2 cuma bisa bawa pulang kebahagian artifisial.
Posted by: 'ohm'-hariyatna | March 23, 2007 01:56 PM
hehehe..si mas chris ini, yg bukunya sedang aku baca, bukan orang yang gak kenal tuhan. jaman dia susah duluuu..di Amrik emang lagi parah2nya ekonomi. inflasi tinggi banget.
ada satu scene, si chris di gereja tempat penampungan tempat mereka tinggal sementara. chris menangis..menangis hebat, dia tau Tuhan gak meninggalkan dia. Dia bahagia banget kalo dia masih punya Juniornya.
pas kami nonton, beberapa waktu lalu, anggaran rumah tangga kami sempat terhempas badai. saya dan yandhrie "habis2an". di tengah2 "kekurangan" kami, tiba2 Nayaka terbangun dan berceloteh..
saya tau, Tuhan sedang menginisiasi kami kembali.
Posted by: ariemega | March 25, 2007 10:26 PM
Yah betul, Mbak Arie.. susah dan senang adalah "kebahagian", kalo kita menyadarinya sebagai ujian/cobaan Tuhan. Karna kita yakin Tuhan ada dalam keseharian kita.
Dunia ini adalah ujian Tuhan buat kita semua. Selama di dunia, hanya orang orang yang beramal shalih dan sabar aja yang beruntung (bahagia).
Dan.... "Sabar itu penolong segala kesusahanmu"...
hehehe... gile ye gue, kaya ustad aje...
WaAllahualam
Posted by: 'ohm'-hariyatna | March 26, 2007 12:12 PM